Foto : Azam Khan, SH

KHAN GLOBE-Jakarta. Calon Presiden Jokowi Dodo ( Jokowi ) dalam debat kedua Pilpres 2019 senin, (17/2), di Jakarta mengatakan bahwa Prabowo memiliki lahan ratusan ribu hektar di Kalimantan dan Aceh.

Namun, pernyataan jokowi itu membuat Advokat Nasional, Azam Khan angkat bicara bahwa lahan yang di terangkan melalui debat kedua oleh Calon presiden No urut 1, itu tidak benar. Menurutnya, itu lahan atas nama PT. Dan, PT pun kerjasamanya dengan negara. Artinya, negara memberikan ijin usaha untuk mengurus tanah tersebut.

"Dimanfaatkan dengan bagi hasil, sistemnya saya tidak tau, atau sistem pajak saya juga gak tau" kurang lebihnya begitu kata azam melalui WAnya, kamis, 21/2 sekira pukul 17.00.

Lanjutnya, jika jokowi mengatakan bahwa itu 'kepemilikan' tanah Prabowo, ini bisa dipidana.

Bahkan, masih Azam, itu yang disebut berita hoax, berita yang mengada ngada, berita yang penuh dengan kebohongan. Dan, itu berbahaya.

"Seorang calon presiden berdebat secara umum, yang melihat bukan hanya Indonesia. Ini tingkatannya sudah dunia internasional. Maka itu menjadi bisa jadi preseden buruk. Debat Seorang calon Presiden yang tidak memiliki data asal ngomong" terangnya.

kalau debat calon Presiden tidak memiliki data legalitas. Misalnya tanpa data yang jelas dengan menuduh misalnya itu miliknya Prabowo. Nah ini berbahaya dan ini bisa dipidana atas dasar UU no 1 tahun 1946,  tentang pidana. Dan, bisa saja pasal 28 ayat 2 UU IT. (Fiq/Khan Globe)